Direktur Metrologi Sri Astuti menambahkan, pada 2022 skor Indeks Ketahanan Pangan Global (Global Food Security Index/GFSI) Indonesia tercatat sebesar 60,2 poin.
Berdasarkan laporan Economist Impact, skor tersebut mengalami peningkatan 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 59,2 poin. Skor indeks tersebut menjadikan ketahanan pangan Indonesia pada 2022 dalam kategori moderat (skor 55-69,9 poin). Indonesia berada di peringkat ke-63 dari 113 negara.
Baca Juga:
Ketahanan Pangan Jelang Idul Fitri 1446 Hijriah, Kepulauan Seribu Panen 700 Ekor Ikan Kerapu
“Tantangan yang dihadapi dalam peningkatan ketahanan pangan adalah pertambahan jumlah penduduk. Selain itu, jumlah penduduk dan perubahan pola iklim di Indonesia menjadi tantangan pula dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tutur Sri.
Sri menjelaskan, beberapa rekomendasi yang dapat diberikan dalam menghadapi tantangan tersebut di antaranya optimalisasi skema Dana Alokasi Khusus Tematik pengembangan food estate dan penguatan sentra produksi pangan untuk aktivasi peran Unit Metrologi Legal (UML), penguatan infrastruktur metrologi dalam kerangka kontrol penggunaan meter kadar air dan terbangunnya sistem ketertelusuran pengukuran kadar air nasional, peningkatan sinergitas antar pemangku kepentingan ketahanan pangan, optimalisasi DAK nonfisik, serta mendorong pendirian UML sesuai Undang Undang Otonomi Daerah.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan secara hibrida ini turut dilaksanakan peluncuran seri perangko ‘Seabad Metrologi Legal di Indonesia’, peresmian program ‘Metrologi Legal Mendukung UMKM Jabar’, dan peluncuran 100 Juru Takar untuk Mendukung SPBU Menakar dengan Jujur (Manjur).
Baca Juga:
Penguatan Ketahanan Pangan & Peningkatan Produktivitas Pertanian Harus Terus
Selain itu, juga diselenggarakan Seminar Nasional yang menghadirkan narasumber di antaranya perwakilan Physikalisch-Technische Bundesanstalt (PTB) Jerman Felicitas Schneider; Direktur Metrologi Sri Astuti; dan Direktur Standar Nasional Satuan Ukuran Mekanika, Radiasi dan Biologi Badan Standardisasi Nasional (BSN) Wahyu Purbowasito; dan Kepala Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Inosentius Samsul.[jp/jup]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.