Melalui program sambung listrik gratis, lebih dari 8.000 keluarga prasejahtera di 12 provinsi telah merasakan manfaat listrik yang andal sepanjang 2025.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol (kiri) bersama Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah (kanan) saat melakukan penanaman pohon sebanyak 1.500 bibit pohon multiguna seperti alpukat, jeruk bali, nangka madu, dan durian di Karanganyar, Jawa Tengah (13/5/2025).
Baca Juga:
Dari Gelap ke Terang: Program BPBL Hadirkan Listrik Mandiri bagi Keluarga Prasejahtera
“Melalui program sambung listrik, kami ingin memastikan keadilan energi benar-benar terwujud, sehingga masyarakat prasejahtera memiliki akses yang setara terhadap listrik untuk meningkatkan kualitas hidup, produktivitas, serta membuka peluang usaha dan pendidikan,” tegas Darmawan.
Pada sektor lingkungan, komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) diwujudkan melalui program penghijauan berkelanjutan.
Sepanjang 2025, PLN melaksanakan 53 program penghijauan di 41 lokasi unit kerja dengan menanam lebih dari 145 ribu pohon untuk mendukung penyerapan karbon, konservasi tanah, serta pengelolaan tata air yang lebih baik.
Baca Juga:
Permainan Solid Antar Jakarta Electric PLN Mobile Amankan Kemenangan atas Medan Falcons
Tak hanya itu, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian melalui pembangunan ratusan titik fasilitas air bersih dan sanitasi.
Program ini meliputi pembangunan sumur bor, pipanisasi rumah tangga, penyediaan septic tank, toren air, unit MCK, serta biopori yang telah memberikan manfaat kepada 15.265 penerima di 18 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, PLN menjalankan Program Pembinaan Mitra dan UMK Naik Kelas secara berkelanjutan melalui 26 Rumah BUMN dan 8 UMK HUB di sejumlah daerah.