Hingga kini, sebanyak 9.275 UMK telah terdaftar dalam Dashboard TJSL PLN Peduli melalui laman plnpeduli.id.
Beragam upaya peningkatan kapasitas dilakukan untuk memperkuat daya saing UMK, mulai dari keikutsertaan dalam expo dan pameran, pelatihan keterampilan, pengembangan produk, hingga fasilitasi sertifikasi usaha agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Baca Juga:
Dari Gelap ke Terang: Program BPBL Hadirkan Listrik Mandiri bagi Keluarga Prasejahtera
Tampak salah satu anggota Rumah Batik Palbatu tengah membatik dengan penuh semangat di galeri Palbatu, Tebet, Jakarta Selatan. Melalui pelatihan dan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan, seperti Rumah Batik Palbatu, PLN terus mendorong pengembangan batik kontemporer dengan memberdayakan komunitas dan kaum rentan seperti difabel, penyintas kanker dan ibu tunggal.
“UMK adalah tulang punggung perekonomian nasional. Melalui program pembinaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, PLN ingin mendorong UMK naik kelas, meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” jelas Darmawan.
Selain fokus pada pembangunan berkelanjutan, PLN juga menunjukkan respons cepat dalam penanganan bencana di berbagai wilayah, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Baca Juga:
Permainan Solid Antar Jakarta Electric PLN Mobile Amankan Kemenangan atas Medan Falcons
Tidak hanya melakukan pemulihan sistem kelistrikan pascabencana, PLN juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor.
“Pascabencana terjadi, PLN tidak hanya hadir untuk memulihkan listrik, tetapi juga untuk menghadirkan harapan. Kami memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran, serta terus mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk selalu hadir untuk negeri,” tutup Darmawan (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]