Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pembangunan Huntara tidak hanya difokuskan di Aceh Tamiang.
Dalam waktu tiga bulan ke depan, Danantara menargetkan pembangunan Huntara secara nasional mencapai 15.000 unit yang tersebar di tiga provinsi terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Baca Juga:
Dua Jalur Aktif, PLN Perkokoh Sistem Kelistrikan Aceh melalui Transmisi Pangkalan Brandan–Langsa
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani (kanan), didampingi Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria (kedua dari kanan), dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kiri) mengecek salah satu unit Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang yang telah rampung dan tersambung listrik pada Jumat (2/1/2026).
“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelasnya.
Rosan menambahkan bahwa pembangunan Huntara tidak semata-mata dimaknai sebagai solusi darurat, melainkan sebagai bagian penting dari tahapan pemulihan yang lebih luas, mencakup aspek sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Baca Juga:
Tarif Listrik Triwulan I 2026 Tetap, PLN Dukung Upaya Pemerintah Jaga Daya Beli
“Huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama,” tambahnya.
Huntara dibangun dengan mengacu pada standar kelayakan hunian darurat. Pembangunannya tidak hanya menitikberatkan pada konstruksi bangunan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar lainnya, seperti ketersediaan listrik, akses air bersih, sanitasi yang layak, serta dukungan layanan kesehatan di sekitar kawasan hunian.
Dalam hal ini, penyediaan listrik menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah melalui Danantara Indonesia.