Minta Unggahan Dihapus
Setelah unggahan ini viral, pihak SPBU Pucangsawit menghubungi Eka dan memintanya untuk menghapus postingan tersebut. Namun, Eka menolak karena belum ada klarifikasi resmi maupun permintaan maaf dari SPBU.
Baca Juga:
Soal Stok BBM RI, Bahlil Pastikan Aman di Atas Standar Minimum
"Mereka menelepon saya dan meminta unggahan dihapus, tapi saya tidak mau sebelum ada pernyataan resmi atau permintaan maaf dari pihak SPBU," tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, manajemen SPBU Pucangsawit belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus ini.
Pertamina Beri Klarifikasi
Baca Juga:
Hinca Panjaitan Minta Polisi Hentikan Kasus Penjual BBM Eceran di Way Kanan: Tak Ada Unsur Kejahatan
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengonfirmasi bahwa memang terjadi insiden BBM Pertamax tercampur air di SPBU Solo.
Menurutnya, peristiwa ini terjadi akibat rembesan air hujan yang masuk ke dalam tangki penyimpanan di SPBU tersebut.
"Setelah diperiksa, ditemukan bahwa curah hujan tinggi mengakibatkan rembesan air ke dalam tangki Pertamax. Saat ini, kami masih mencari tahu sumber pasti dari rembesan tersebut," jelas Taufiq dalam pernyataannya, mengutip Tribunnews, Senin (10/3/2025) malam.