WAHANANEWS.CO, Jakarta - Impor bensin ditargetkan berhenti pada semester II 2027 setelah kapasitas kilang dalam negeri meningkat signifikan pasca beroperasinya RDMP Balikpapan.
Target tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia usai Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional kilang terintegrasi Refinery Development Master Plan Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Baca Juga:
PNBP ESDM 2025 Lampaui Target, Bahlil: Ini Hasil Kerja Tim dan Inovasi
Beroperasinya RDMP Balikpapan dinilai menjadi kunci peningkatan produksi bensin nasional, terutama untuk jenis RON 92 ke atas yang selama ini masih bergantung pada impor.
“Yang saya maksudkan kemarin dalam pidato saya di Balikpapan adalah impor kita RON 92, 95, 98 mau kita dorong agar produksinya sudah harus ada di 2027, kemungkinan di semester kedua,” jelas Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Dengan kemampuan kilang memproduksi bensin RON 92 ke atas pada semester II 2027, Bahlil menyebut kebutuhan BBM untuk SPBU swasta dapat dipenuhi dari produksi kilang dalam negeri.
Baca Juga:
Pemerintah Revisi RKAB 2026, Produksi Batubara Bakal Dipangkas Demi Stabilkan Harga
“Nah kalau semuanya ini produknya sudah ada, itu berarti kita sudah tidak perlu impor lagi, jadi silakan beli di Pertamina,” terangnya.
Meski demikian, pemerintah masih membuka ruang impor bagi SPBU swasta maupun Pertamina apabila kapasitas produksi nasional belum mampu menutup kebutuhan konsumsi.
“Tapi selama kapasitas produksi kita masih kurang dibandingkan konsumsi, maka tetap kita sementara impor harus kita lakukan, itu maksudnya, kan kemarin pidato saya 2027,” jelas Bahlil.