WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara resmi memulai restrukturisasi besar terhadap PT Danareksa (Persero).
Langkah ini mendapat respons positif dari Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran karena dinilai sebagai strategi penting dalam memperjelas arah bisnis dan meningkatkan daya saing perusahaan negara.
Baca Juga:
Polda Jambi Tangkap 7 Pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin di Kab. Merangin
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menyatakan bahwa transformasi Danareksa menjadi entitas asset management murni merupakan keputusan tepat yang akan memperkuat struktur industri keuangan nasional.
“Langkah ini menunjukkan keberanian pemerintah dalam melakukan penataan fundamental terhadap BUMN agar lebih fokus, efisien, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Tohom, Minggu (3/5/2026).
Ia melihat pemisahan atau spin-off anak usaha yang tidak selaras sebagai strategi penting untuk menghilangkan beban lintas sektor yang selama ini menghambat kelincahan perusahaan.
Baca Juga:
Antisipasi Krisis Energi Dampak Geopolitik, MARTABAT Prabowo-Gibran: Kolaborasi dan Koordinasi BUMN Jadi Penentu Ketahanan Nasional
Menurutnya, dengan fokus tunggal pada pengelolaan aset, Danareksa akan memiliki ruang lebih besar untuk mengoptimalkan nilai investasi negara secara profesional dan terukur.
“Ketika fokus bisnis dipersempit namun diperdalam, justru di situlah kekuatan utama akan terbentuk dan menghasilkan efisiensi yang nyata,” katanya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan bahwa konsolidasi Manajer Investasi Himbara di bawah satu payung Danareksa akan menciptakan kekuatan baru dalam pengelolaan dana besar yang terintegrasi.
Ia menilai langkah ini akan meningkatkan posisi tawar Indonesia di pasar modal domestik maupun regional, terutama dengan proyeksi dana kelolaan yang mencapai Rp185 triliun.
“Ini bukan hanya restrukturisasi administratif, tetapi lompatan strategis menuju pembentukan raksasa asset management nasional yang solid dan kompetitif,” ujarnya.
Menurut dia, transformasi ini juga mencerminkan arah kebijakan ekonomi yang lebih terukur di era pemerintahan Prabowo-Gibran, dengan fokus pada efisiensi, konsolidasi, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi negara.
Sebelumnya, pemerintah melalui BP BUMN dan Danantara menetapkan bahwa Danareksa akan bertransformasi dari holding multi-sektor menjadi perusahaan pengelola aset.
Langkah tersebut dilakukan melalui pelepasan sejumlah unit bisnis seperti kawasan industri, konstruksi, hingga jasa keuangan lain, dengan target konsolidasi rampung dan diumumkan pada Mei 2026.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]