Ia juga menyebut kemungkinan pelaksanaan hukuman mati bagi para tahanan.
“Tindakan harus dilakukan secepat mungkin agar memberikan efek jera,” ucap pejabat tersebut, meski pernyataan itu memicu kecaman luas dari luar negeri.
Baca Juga:
Sinyal Perang Menguat, Kapal Induk AS Menuju Timur Tengah
Aksi demonstrasi di Iran bermula pada Minggu (28/12/2025) setelah nilai tukar rial anjlok tajam dan kondisi ekonomi memburuk akibat sanksi internasional yang sebagian terkait dengan program nuklir Iran.
Ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali memperingatkan kemungkinan aksi militer jika pembunuhan terhadap demonstran terus berlanjut.
Kecaman internasional pun menguat dengan para menteri luar negeri negara-negara G7 menyatakan keprihatinan mendalam atas tingginya angka kematian dan korban luka.
Baca Juga:
Trump Serukan Warga Iran Terus Berdemo, Klaim Bantuan Sedang Menuju Lokasi
Mereka mengecam penggunaan kekerasan, penahanan sewenang-wenang, serta intimidasi terhadap demonstran.
Mereka juga mendesak otoritas Iran untuk menahan diri dan menghormati hak asasi manusia, termasuk kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai.
Di dalam negeri, suasana duka dan ketegangan masih menyelimuti masyarakat Iran.