WAHANANEWS.CO, Jakarta - Washington memberi lampu hijau penjualan puluhan jet tempur F-15 kepada Israel, sekalipun gelombang penolakan terus menguat.
Aksi Washington ini membuka jalan bagi Israel untuk memperkuat armada udaranya setelah Pemerintah Amerika Serikat menyetujui skema Foreign Military Sales yang memungkinkan pengadaan hingga 50 unit jet tempur F-15IA.
Baca Juga:
Hadapi Ancaman Perang Modern: Anggota BPK RI Nilai Indonesia Butuh Matra Siber TNI
Persetujuan tersebut berkaitan dengan program operasi penerbangan Israel yang berpusat di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, serta melibatkan pemangku kepentingan sektor aviasi nasional termasuk maskapai El Al Israel Airlines.
Dalam tahap awal program, Angkatan Udara Israel akan menerima pengiriman 25 unit F-15IA yang saat ini sedang memasuki fase produksi dan pengujian di fasilitas Boeing di sekitar Bandara Internasional St Louis Lambert, Amerika Serikat.
Nilai total kesepakatan mencapai US$ 8,6 miliar atau setara Rp 144,0 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.760 per dolar AS.
Baca Juga:
Trump Berencana Ganti Nama Departemen Pertahanan Jadi Departemen Perang
Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyatakan bahwa persetujuan ini memungkinkan Angkatan Udara AS bersama Boeing melanjutkan tahap desain, integrasi sistem, pengujian, hingga pengiriman awal 25 unit pesawat tersebut.
Israel juga memperoleh opsi tambahan untuk memperluas pembelian hingga 25 unit F-15IA di tahap berikutnya.
Berdasarkan laporan aviationa2z, pengiriman jet tempur dijadwalkan dimulai pada 2031 dan berlangsung hingga akhir 2035.