Dari nilai keseluruhan kontrak, sekitar US$ 840 juta atau setara Rp 14,07 triliun telah dialokasikan untuk tahap awal program.
F-15IA merupakan varian khusus Israel dari platform terbaru F-15EX yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional unik Angkatan Udara Israel.
Baca Juga:
Pemerintah Dinilai Selaraskan Alutsista TNI dengan Industri Pertahanan Nasional
Jet tempur ini ditenagai dua mesin turbofan GE Aerospace F110 dengan total daya dorong mencapai sekitar 81.000 pound.
Kemampuan performanya mencakup kecepatan maksimum hingga Mach 2,5, ketinggian operasional mendekati 50.000 kaki, serta kapasitas muatan senjata dan perlengkapan sekitar 13.381 kilogram.
Pesawat ini telah dilengkapi sistem fly-by-wire dan kemampuan serangan darat tingkat lanjut untuk mendukung misi tempur modern.
Baca Juga:
Pemerintah RI “Diam-diam” Incar 40 Jet Tempur Buatan Kekuatan Nuklir Muslim
Kementerian Pertahanan Israel sebelumnya menegaskan bahwa F-15IA akan mengintegrasikan sistem persenjataan dan avionik buatan dalam negeri.
Integrasi tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan operasi, meningkatkan fleksibilitas muatan, serta mendukung spektrum misi yang lebih luas.
Saat ini, Israel mengoperasikan sekitar 66 unit F-15 dari berbagai generasi, 174 unit F-16 buatan Lockheed Martin, serta 38 unit jet tempur siluman F-35.