WAHANANEWS.CO, Jakarta - Perusahaan pertahanan terkemuka asal Korea Selatan (Korsel), Korea Aerospace Industries (KAI) Ltd., mengumumkan telah berhasil merampungkan seluruh proses pengiriman enam unit jet tempur latih lanjut tipe T-50i tambahan untuk TNI Angkatan Udara (TNI AU) RI. Keberhasilan penyerahan armada tempur udara ini menandai tuntasnya fase pengiriman terbaru dari kerja sama strategis pertahanan kedua negara.
Mengutip laporan The Korea Herald, KAI sebelumnya telah menandatangani kontrak resmi untuk memasok jet T-50i tambahan ini kepada pihak TNI AU pada tahun 2021 lalu. T-50i adalah jet latih tempur yang dikembangkan Korsel dengan perusahaan AS, Lockheed Martin.
Baca Juga:
Angka Kelahiran Korea Selatan Naik, Seiring Meningkatnya Pernikahan
"Setelah melewati berbagai tahapan persiapan teknis, proses pengiriman unit pesawat suprasonik tersebut mulai digulirkan secara bertahap sejak Februari lalu hingga akhirnya dinyatakan lengkap pada pertengahan bulan ini," tulis media Korsel itu, dikutip Jumat (17/7/2026) melansir CNBC Indonesia.
Produsen pesawat terbang asal negeri ginseng tersebut tercatat pertama kali menjalin kesepakatan pemesanan untuk memasok 16 unit jet latih T-50i dengan Indonesia, pada tahun 2011 silam. Dengan tuntasnya pengiriman enam unit pesawat tambahan teranyar ini, maka total armada jet T-50i yang telah berhasil dikirimkan dan memperkuat jajaran militer Indonesia kini resmi berjumlah 22 unit pesawat.
Indonesia sendiri menorehkan catatan sejarah penting sebagai pelanggan luar negeri pertama di dunia yang membeli dan menggunakan varian ekspor dari jet tempur latih suprasonik pertama besutan dalam negeri Korsel ini. Secara akumulatif, RI tercatat telah mengakuisisi total 42 unit pesawat tempur buatan Korsel, yang mana jumlah tersebut sudah mencakup 20 unit pesawat latih dasar jenis KT-1 yang telah beroperasi.
Baca Juga:
Kejagung Berhentikan Sementara Tiga Jaksa Banten Tersangka Kasus Pemerasan WN Korsel
Hubungan bilateral di antara kedua negara sahabat ini dipastikan akan terus mengalami ekspansi kerja sama yang mendalam, khususnya di sektor industri pertahanan strategis. Tren positif ini dibuktikan secara nyata dengan keterlibatan aktif Indonesia yang turut mengambil bagian dalam proyek pengembangan bersama jet tempur canggih generasi terbaru milik Korea Selatan, yakni KF-21.
Meski demikian, hingga kini belum ada pemberitahuan resmi dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) soal jet tempur ini. Sebelumnya RI sendiri sedang menunggu kedatangan kapal induk hibah dari Italia, Giuseppe Garibaldi dan menandatangani perjanjian pembelian rudal Brahmos, India.
[Redaktur: Alpredo Gultom]