Dia
bahkan menambahkan pada kesempatan persidangan lain bahwa dia "luar biasa
kuat".
Oktar
alias Harun Yahya pertama kali menjadi perhatian publik pada era 1990-an, ketika
dia dilaporkan sebagai pemimpin sekte yang terlibat dalam berbagai skandal
seks.
Baca Juga:
Usai Tantang Iran, Jenderal Uganda Ancam Turki Minta Istri Cantik & Uang Rp17 triliun
Saluran
televisi A9 Online miliknya mulai mengudara pada
tahun 2011, menarik kecaman dari para pemimpin agama di Turki.
Saluran
TV tersebut, yang sering didenda oleh pengawas media Turki RTUK, disita oleh negara dan ditutup setelah tindakan keras polisi
terhadap kelompok Oktar.
Salah
satu wanita di persidangannya, yang hanya disebut bernama CC, mengatakan kepada
pengadilan bahwa Oktar telah berulang kali melakukan pelecehan seksual
terhadapnya dan wanita lain.
Baca Juga:
Ketegangan Asia Barat Memanas, Turki Diversifikasi Rute Minyak dan Gas
Beberapa
wanita yang diperkosa dipaksa minum pil kontrasepsi, menurut keterangan CC, dia
juga menambahkan bahwa dia sendiri telah bergabung dengan kelompok Oktar ketika
dia berusia 17 tahun.
Ditanya
tentang 69.000 pil kontrasepsi yang ditemukan di rumahnya oleh polisi, Oktar
mengatakan bahwa pil itu digunakan untuk mengobati gangguan kulit dan gangguan
menstruasi.
Otoritas
Turki menghancurkan vila Oktar, yang juga dia gunakan untuk studio TV-nya,
menyita semua propertinya pada 2018.