Pemerintah kemudian mengeluarkan peringatan kepada warga agar menjauhi ular-ular yang berkeliaran di wilayah terdampak banjir.
Tim penangkap ular telah diterjunkan ke sejumlah lokasi untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat.
Baca Juga:
Cari Kerja Sesuai Keahlian Sulit, Fenomena ‘Anak Ekor Busuk’ Muncul di China
Persediaan antibisa juga ditambah sebagai langkah menghadapi kemungkinan meningkatnya kasus gigitan ular.
Rumah sakit di wilayah terdampak turut diminta bersiaga untuk menangani pasien yang mengalami gigitan ular berbisa.
Banjir juga menyebabkan sejumlah satwa lain melarikan diri dari kebun binatang yang ikut terendam.
Baca Juga:
Pilot Pesawat yang Tabrak Menara CITIC Diduga Bertindak karena Alasan Pribadi
Dua zebra, seekor lembu bungkuk, tiga kuda poni, dan dua keledai dilaporkan berkeliaran setelah berhasil keluar dari area kebun binatang.
Kebun Binatang Guigang yang dikelola pihak swasta kemudian mengeluarkan pemberitahuan darurat kepada masyarakat pada Rabu (8/7/2026).
Pihak pengelola memperingatkan bahwa beberapa satwa yang melarikan diri, termasuk burung unta, emu, dan rakun, berpotensi bersikap agresif ketika merasa terancam.