Selama beberapa hari terakhir, media Italia mengatakan Salvini berencana pergi ke Moskow untuk membahas rencana perdamaian.
Kemudian perjalanan disebut telah dibatalkan, sementara Komite parlemen untuk masalah intelijen, Copasir, mengatakan akan menyelidiki inisiatif Salvini tersebut.
Baca Juga:
Bakti TNI AD Untuk Rakyat, Danrem 042/Gapu Resmikan Karya Bakti Skala Besar di Sarolangun
“Kami ingin jawaban, urusan ini tidak bisa berakhir seperti ini,” kata Kepala Partai Demokrat kiri-tengah, Enrico Letta.
Sementara Draghi mengatakan, pemerintah koalisi besarnya, yang mencakup Partai Liga Salvini, tidak akan terpengaruh oleh hal-hal seperti itu.
Kemudian ia menambahkan bahwa pihaknya akan tetap menjadi sekutu setia mitra Uni Eropa, Amerika Serikat (AS), dan G7.
Baca Juga:
Polda Jambi Tanam Pohon dalam Road to Presisi Merdeka Run 2026, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan
Draghi juga merekomendasikan transparansi dalam berurusan dengan kekuatan asing.
Sebelum perang di Ukraina, Salvini dikenal sebagai salah satu penggemar terbesar Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Eropa Barat, hingga mengenakan kaus bergambar pemimpin Kremlin tersebut dan menandatangani kesepakatan kerja sama dengan partai berkuasa Rusia Bersatu. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.