DeSombre menegaskan bahwa Amerika Serikat berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah Thailand dan Kamboja dalam melaksanakan Kesepakatan Perdamaian Kuala Lumpur.
Kesepakatan tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membuka jalan menuju perdamaian berkelanjutan, kemakmuran ekonomi, serta stabilitas keamanan kawasan.
Baca Juga:
Trump Tarik AS dari 66 Organisasi Internasional dalam Satu Dekrit
Kesepakatan damai itu ditandatangani pada Oktober tahun lalu di hadapan Presiden Trump, bertepatan dengan masa kepemimpinan Malaysia sebagai ketua ASEAN.
Meski demikian, bentrokan besar kembali pecah bulan lalu sebelum akhirnya kedua pihak menyepakati gencatan senjata pada 27 Desember, setelah pertempuran berlangsung selama sekitar tiga pekan.
Pasca-gencatan senjata, Thailand menuduh Kamboja telah melanggar kesepakatan tersebut dalam sebuah insiden tembakan yang diklaim tidak disengaja.
Baca Juga:
Penarikan AS dari Badan PBB Tuai Respons Keras Sekjen PBB
Di sisi lain, Kamboja meminta Thailand menarik pasukannya dari sejumlah wilayah perbatasan yang diklaim sebagai bagian dari kedaulatan negaranya.
Konflik antara Thailand dan Kamboja sendiri telah berlangsung lama dan berakar dari sengketa penetapan batas wilayah peninggalan era kolonial di sepanjang perbatasan sepanjang kurang lebih 800 kilometer.
Perselisihan juga diperparah oleh klaim kedua negara atas reruntuhan kuil kuno berusia ratusan tahun yang berada di wilayah perbatasan.