WahanaNews.co | Inggris akan mengalami resesi terpanjang dalam sejarah, dan ini mengakibatkan munculnya banyak masalah di negara kerajaan tersebut.
Terbaru, para perawat di Inggris bersiap melakukan pemogokan terbesar akibat tidak adanya kesejahteraan dan gaji yang sesuai.
Baca Juga:
Perawat di Pekanbaru Ditangkap Polisi, Curi Emas Majikan Lansia Rp150 juta
Aksi industri ini akan dilakukan pada 15 Desember dan 20 Desember. Ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah 106 tahun serikat perawat Inggris, dan terjadi saat National Health Service (NHS) yang dikelola negara bersiap menghadapi salah satu musim dingin terberatnya.
Chukwudubem Ifeajuna, seorang perawat di selatan Inggris, mengatakan ia akan berpartisipasi dalam aksi pemogokan terbesar perawat Inggris, yang menurutnya diperlukan untuk kesejahteraan staf dan pasien.
"Saya memiliki beberapa staf yang menggunakan bank makanan saat ini. Saya harus mengurangi banyak hal karena biaya hidup yang tinggi. Jadi, ini benar-benar berat, untuk semua orang, bukan hanya saya sendiri," katanya kepada Reuters, Jumat (25/11/2022).
Baca Juga:
Bupati Toba: Jadilah Perawat Naraja
"Kami mogok karena kami pantas dibayar lebih baik. Kami belum mendapat gaji yang layak selama lebih dari satu dekade sekarang," ucapnya.
Patricia Marquis, Direktur Serikat Royal College of Nursing (RCN) di Inggris, mengatakan pemerintah harus mendengarkan keluhan para tenaga medis ini.
"Ini bukan sesuatu yang perawat lakukan dengan mudah," katanya.
Aksi pemogokan sendiri juga berdampak pada sektor kereta api, pos, dan pendidikan Inggris karena melonjaknya berbagai harga.
RCN mengatakan perawat berpengalaman seperti Ifeajuna 20% digaji lebih buruk secara riil daripada tahun 2010, setelah tambahan gaji mereka di bawah inflasi, dan mencari kenaikan gaji 5% di atas inflasi RPI (indeks harga eceran).
Ini akan menghasilkan kenaikan gaji sebesar 19,2%, berdasarkan data inflasi Oktober. Pemerintah mengatakan tuntutan RCN akan menelan biaya 10 miliar pound per tahun dan tidak terjangkau. [tum]