WahanaNews.co | Moskva, kapal perang kebanggan Rusia, tenggelam di Laut Hitam. Ukraina mengeklaim kapal penjelajah rudal itu dihantam rudal anti-kapal Neptune pada Rabu malam.
Direktur CIA William Burns menyebut peristiwa tersebut meningkatkan risiko perang nuklir di Ukraina.
Baca Juga:
Perang Makin Panas, Rusia Lancarkan 90 Drone Shahed Iran ke Ukraina
Diketahui, Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi kapal Moskva tenggelam pada hari Kamis setelah sebelumnya terbakar dan diguncang ledakan.
Kementerian itu enggan mengakui bahwa kapal itu dihantam rudal oleh pasukan Ukraina dan menyatakan ledakan berasal dari amunisi yang dibawanya yang dipicu oleh kebakaran. Penyebab kebakaran, lanjut kementerian itu, masih dalam penyelidikan.
Menurut CIA, tenggelamnya kapal perang Moskva di Laut Hitam bisa cukup untuk membuat Presiden Rusia Vladimir Putin terperanjat.
Baca Juga:
NATO Buka Pintu Normalisasi dengan Rusia, Tapi Ada Syarat
Dunia mengamati dengan cermat apa yang dilakukan Putin selanjutnya setelah kapal perang tersebut dihantam rudal Neptune oleh Ukraina. Segera setelah itu, suara sirene serangan udara menggelegar di setiap wilayah Ukraina secara bersamaan.
Burns mengatakan Ukraina harus siap untuk pembalasan dalam skala baru dan perang akan dibawa ke tingkat lain. Berbicara kepada mahasiswa dan fakultas di Institut Teknologi Georgia di Atlanta pada hari Jumat, Burns mengatakan potensi serangan nuklir adalah nyata.
“Bab terakhir dalam perang Putin belum ditulis, karena dia menggiling di Ukraina,” kata Burns.