Meski menyampaikan tuduhan tersebut, Kementerian Keamanan Negara tidak mengungkap identitas negara maupun badan intelijen asing yang dimaksud.
Otoritas China menilai data yang dikumpulkan dari laut berpotensi digunakan untuk membuat peta bawah laut yang dapat mengidentifikasi titik-titik lemah pertahanan pesisir negara tersebut.
Baca Juga:
Munas HIPMI XVIII: Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional
Menurut kementerian itu, kondisi tersebut dapat menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan nasional China.
Karena itu, pemerintah China meminta dilakukan pemeriksaan keamanan secara ketat terhadap berbagai peralatan yang berasal dari luar negeri.
Selain itu, para nelayan juga diminta segera melaporkan apabila menemukan pelampung atau perangkat mencurigakan yang mengapung maupun berada di wilayah perairan.
Baca Juga:
Kebakaran Motor Gegerkan Jalan Pajajaran Bogor, Diduga Berasal dari Mesin
China dan sejumlah negara Barat selama bertahun-tahun diketahui saling melontarkan tuduhan terkait aktivitas spionase.
Pada tahun lalu, Beijing pernah memperingatkan pegawai pemerintah agar waspada terhadap skema "jebakan madu" setelah seorang aparatur sipil negara dilaporkan terjerat hubungan dengan agen asing.
Sementara itu, pada bulan ini aliansi intelijen Five Eyes yang beranggotakan sejumlah negara Barat menuduh mata-mata China menyamar sebagai perekrut kerja secara daring untuk memperoleh informasi sensitif.