WahanaNews.co | Tragedi mengerikan terjadi di Teluk Thailand. Kapal perang milik Angkatan Laut militer Kerajaan Gajah Putih, lenyap ditelan lautan usai diamuk badai, Senin (19/12/2022) pagi. Sebanyak 33 dari 106 awak kapal dilaporkan hilang.
Kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Thailand yang mengalami nasib buruk itu adalah HTMS Sukhothai (FS-442).
Baca Juga:
Total Armada Capai 165 Kapal, TNI AL Diperkuat 5 KRI di 2024
Kapal perang jenis korvet alias kapal perang bertubuh kecil itu diterjang badai saat berlayar berpatroli di lepas Pantai Prachuap Khiri Khan. Kapal mulai diterjang badai tengah malam sekira pukul 23:30 Minggu 18 Desember 2022.
Dalam keterangan resmi yang disiarkan Bangkok Post, juru bicara Angkatan Laut Thailand, Laksamana Pokkrong Monthatpalin, ketika itu HTMS Sukhothai sedang berpatroli sekitar 20 mil laut lepas pantai Distrik Bang Saphan. Lalu tiba-tiba saja badan kapal dihantam badan besar sehingga kapal miring 60 derajat ke kanan.
Seketika situasi menjadi amat menakutkan, kapal mendadak lumpuh, semua aliran listrik di kapal padam. Mesin utama mendadak mati dan kapal menggelepar di tak terkendali di lautan.
Baca Juga:
Tragedi Kecelakaan Kapal Nelayan di Korea Selatan: 7 Tewas, 1 WNI dalam Pencarian
Tiga kapal perang langsung bergerak melakukan penyelamatan terhadap kru HTMS Sukhothai. Yaitu HTMS Angthong, HTMS Bhumibol Adulyadej, HTMS Kraburi. Dikerahkan juga dua helikopter.
HTMS Kraburi tiba paling dahulu di lokasi kecelakaan, dan penyelamatan kru langsung dilaksanakan sebelum akhirnya badan kapal hilang di telan lautan.
HTMS Sukhothai merupakan kapal perang buatan Tacoma Boatbuilding Company, di Tacoma, Washington, Amerika. Kapal ini mulai melayani Angkatan Laut Thailand sejak 36 tahun lalu, tepatnya pada 19 Februari 1987. Saat ini pencarian dan penyelamatan kru masih dilangsungkan. [eta]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.