Kremlin menambahkan dalam pernyataannya bahwa pemeriksaan juga dilakukan terhadap tingkat kesiapan komando militer dan keterampilan kepemimpinan juga staf operasional dalam mengatur pasukan Rusia.
Manuver yang dilakukan Rusia dengan melibatkan komponen nuklir di darat, laut dan udara itu digelar dalam latihan tahunan untuk melatih kekuatan nuklir negara tersebut dan menunjukkan kesiapan mereka. Latihan serupa sebelumnya digelar beberapa hari sebelum Rusia menginvasi Ukraina pada Februari lalu.
Baca Juga:
NATO Buka Pintu Normalisasi dengan Rusia, Tapi Ada Syarat
Latihan militer Rusia tersebut digelar saat NATO mengadakan latihan nuklir tahunan di wilayah Eropa bagian barat laut, yang akan berlangsung hingga 30 Oktober mendatang. Latihan bernama 'Steadfast Noon' itu melibatkan sekitar 60 pesawat tempur, termasuk sejumlah pesawat pengebom jarak jauh B-52 milik Amerika Serikat (AS) dan beberapa jet tempur yang mampu memuat senjata nuklir. Namun latihan itu tidak melibatkan bom sungguhan. [JP]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.