WAHANANEWS.CO, Jakarta - Angkatan Laut Amerika Serikat akan menamai kapal induk terbarunya USS Musk, mengambil nama dari miliarder dan pendiri Tesla, Elon Musk.
Kapal yang sebelumnya direncanakan bernama USS Enterprise ini berganti nama atas perintah langsung dari eksekutif.
Baca Juga:
Amazon Ajukan Tawaran Beli TikTok, ByteDance Belum Menanggapi
Dikutip dari berbagai sumber, USS Musk termasuk dalam kelas Gerald R. Ford, yang merupakan armada kapal induk terbaru dan tercanggih milik Angkatan Laut AS.
Kapal ini menjadi yang ketiga dalam kelasnya dan salah satu kapal militer terbesar di dunia dengan bobot mencapai 100 ribu ton.
USS Musk akan memainkan peran strategis dalam menjaga kepentingan AS di perairan internasional.
Baca Juga:
Piala Asia U-17 2025 Segera Dimulai, Timnas Indonesia Siap Berjuang
Kapal ini mampu membawa hingga 75 pesawat tempur, termasuk Boeing F/A-18E/F Super Hornet, Boeing EA-18G Growler, Grumman C-2 Greyhound, Northrop Grumman E-2 Hawkeye, serta pesawat tempur tanpa awak.
Dilengkapi dengan teknologi canggih, USS Musk menggunakan Sistem Peluncuran Pesawat Elektromagnetik (EMALS), yang menggantikan sistem ketapel uap konvensional.
Teknologi ini sempat menuai kritik dari Donald Trump pada 2017, yang menilai sistem digital seperti EMALS terlalu boros dan tidak efisien dibandingkan tenaga uap.