Pada 2025, Kim Ju Ae tercatat melakukan kunjungan politik tingkat tinggi ke China, yang dinilai sebagai salah satu sinyal awal penyiapan dirinya sebagai penerus takhta.
Lee mengungkapkan, intelijen Korea Selatan melacak kemunculan Kim Ju Ae dalam berbagai kegiatan militer strategis, kunjungan keluarga ke Istana Matahari Kumsusan, hingga indikasi bahwa Kim Jong Un mulai meminta pandangan putrinya dalam isu kebijakan tertentu.
Baca Juga:
Kapal Selam Nuklir Korut Dipamerkan, Dunia Waspada
Pada awalnya, kalangan intelijen meragukan Kim Ju Ae akan dipilih sebagai pemimpin karena budaya Korea Utara yang konservatif dan tradisi kepemimpinan yang didominasi laki-laki.
Namun pada September 2025, saat Kim Jong Un tampil bersama Kim Ju Ae di ruang publik, intelijen Korea Selatan menilai kemunculan tersebut sebagai upaya sistematis membangun narasi suksesi kepemimpinan.
Media resmi Korea Utara sendiri tidak pernah secara eksplisit menyebut nama putri Kim Jong Un, dan hanya menyapanya sebagai anak yang paling dihormati dan dicintai.
Baca Juga:
Ketegangan Memuncak: Ledakan Hantam Garis Pemisah Korsel-Korut
Keyakinan bahwa putri tersebut bernama Kim Ju Ae menguat setelah pengakuan mantan bintang NBA, Dennis Rodman, yang mengaku pernah menggendong putri Kim Jong Un saat kunjungannya ke Korea Utara pada 2013.
Usia pasti Kim Ju Ae hingga kini belum pernah diumumkan secara resmi, namun diyakini lahir pada 2013.
Kemunculan perdana Kim Ju Ae di hadapan publik terjadi saat uji coba rudal balistik antarbenua pada November 2022.