Sejak itu, ia kerap terlihat mendampingi Kim Jong Un dalam berbagai agenda penting, mulai dari uji coba senjata, parade militer, hingga peresmian fasilitas industri.
Momen yang paling mencuri perhatian internasional adalah ketika Kim Ju Ae mendampingi ayahnya berkunjung ke Beijing pada September tahun lalu untuk bertemu Presiden China, Xi Jinping.
Baca Juga:
Kapal Selam Nuklir Korut Dipamerkan, Dunia Waspada
Spekulasi mengenai masa depan politik Kim Ju Ae semakin menguat ketika ia hadir bersama Kim Jong Un dalam kunjungan Tahun Baru ke Istana Matahari Kumsusan bulan lalu.
Istana Matahari Kumsusan merupakan situs sakral yang menyimpan jasad kakek dan kakek buyut Kim Ju Ae yang diawetkan, yakni pendiri negara Kim Il Sung dan penerusnya Kim Jong Il.
Sejumlah analis menilai kehadiran Kim Ju Ae di lokasi tersebut sebagai simbol kuat bahwa ia sedang dipersiapkan untuk mewarisi kekuasaan tertinggi di Korea Utara.
Baca Juga:
Ketegangan Memuncak: Ledakan Hantam Garis Pemisah Korsel-Korut
Sejak berdiri pada 1948, Korea Utara secara konsisten dipimpin oleh presiden laki-laki dari keluarga Kim, dimulai dari Kim Il Sung, dilanjutkan Kim Jong Il, dan kini Kim Jong Un.
Kim Jong Un sendiri diumumkan sebagai penerus kekuasaan pada usia 26 tahun dalam konferensi Partai Pekerja pada 2010, dua tahun setelah ayahnya Kim Jong Il mengalami stroke.
Setelah Kim Jong Il wafat pada Desember 2011, Kim Jong Un dengan cepat ditahbiskan sebagai pemimpin tertinggi Korea Utara melalui proses suksesi yang relatif singkat.