WahanaNews.co | Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, telah
membantah laporan bahwa pejuang Pakistan telah menyeberangi perbatasan ke
Afganistan untuk membantu kelompok Taliban.
"Ini benar-benar omong kosong," kata
Khan, dalam satu wawancara dengan pembawa acara PBS NewsHour, Judy Woodruff.
Baca Juga:
Pakistan Temukan Cadangan Emas Besar di Sungai Indus, Nilainya Capai 800 Miliar Rupee
Seperti dilaporkan Al Jazeera, Perdana Menteri Khan juga
mengatakan bahwa Pakistan telah sangat menderita selama perang panjang AS di
Afganistan.
Khan mengatakan, pemerintah Pakistan tidak akan mengizinkan Amerika Serikat untuk
mendirikan pangkalan di Pakistan guna melakukan pekerjaan intelijen atau
melakukan operasi kontra-pemberontakan.
"Kami tidak memiliki kapasitas untuk
melakukan pertempuran lagi di dalam perbatasan kami, terorisme apa pun di
negara kami," kata Khan.
Baca Juga:
Tragedi Bom di Pakistan: Diplomat Indonesia dan Sejumlah Negara Lolos dari Maut
"Ketika kami berada di puncak perang
melawan teror, yang diikuti oleh Pakistan, ada bom bunuh diri yang terjadi di
seluruh negeri. Bisnis runtuh, pariwisata runtuh. Jadi apa yang kami tidak
ingin menjadi bagian dari konflik apapun," katanya.
Khan mengatakan, Pakistan mendorong Taliban untuk bernegosiasi dengan AS demi mengakhiri konflik di Afganistan, dan
menambahkan bahwa hasil politik terbaik di Afganistan
adalah "pemerintahan inklusif".
"Ini adalah hasil terbaik. Tidak ada
hasil lain karena solusi militer telah gagal," katanya. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.