WahanaNews.co | Semua jalan menuju Ibu Kota Pakistan, Islamabad, ditutup pada Rabu (25/5/2022).
Penutupan ini terjadi menjelang aksi protes besar yang direncanakan oleh Perdana Menteri terguling, Imran Khan, dan para pendukungnya.
Baca Juga:
Pakistan Temukan Cadangan Emas Besar di Sungai Indus, Nilainya Capai 800 Miliar Rupee
Sejak dilengserkan dari kekuasaan melalui mosi tidak percaya pada bulan lalu, Khan terus memberikan tekanan pada pemerintah koalisi baru dengan menggelar demonstrasi massal di seluruh negeri.
Ia berencana pada Rabu untuk memimpin puluhan ribu orang dari basis kekuasaannya di kota barat laut Peshawar ke ibu kota menuntut pemilihan baru.
"Saya tidak menganggapnya politik tapi jihad," kata Khan, seperti dilansir laman Channel News Asia, Rabu (25/5/2022).
Baca Juga:
Tragedi Bom di Pakistan: Diplomat Indonesia dan Sejumlah Negara Lolos dari Maut
Pemerintah koalisi yang dipimpin oleh Perdana Menteri Shehbaz Sharif telah berjanji untuk menghentikan para pendukung Khan melakukan aksi.
Ia menyebut aksi unjuk rasa itu sebagai upaya untuk memecah belah bangsa dan mempromosikan kekacauan.
"Tidak seorang pun boleh diizinkan mengepung ibu kota dan mendikte persyaratannya," kata Menteri Dalam Negeri, Rana Sanaullah.