WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ancaman serangan ke jantung kekuasaan Rusia terungkap setelah Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan salah satu drone Ukraina yang diarahkan ke kawasan kediaman Presiden Vladimir Putin membawa bahan peledak berkekuatan tinggi seberat enam kilogram.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul analisis terhadap puing-puing drone Ukraina yang berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Rusia.
Baca Juga:
Kediaman Presiden Rusia Diserang Drone Ukraina, Putin Ingatkan AS Takkan Dibiarkan Tanpa Balasan
Dalam sebuah video yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu (1/1/2025) --, seorang personel militer menjelaskan hasil pemeriksaan teknis terhadap drone tersebut.
“Sebagai hasil analisis terhadap drone Ukraina yang berhasil dijatuhkan, ditemukan salah satu modifikasi Chaklun-V dengan hulu ledak bahan peledak tinggi seberat enam kilogram,” ujar seorang tentara dalam video tersebut.
Ia menyebutkan bahwa drone yang dianalisis merupakan varian Chaklun-V dan dirancang membawa muatan peledak berkekuatan tinggi dengan bobot sekitar 13 pon.
Baca Juga:
Presiden Ukraina Minta Trump Berikan Perlindungan Keamanan Jangka Panjang
Pernyataan militer itu muncul di tengah klaim Moskow bahwa Ukraina telah melancarkan serangan drone besar-besaran ke wilayah Rusia dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu sasaran yang disebut sensitif adalah kawasan tempat kediaman Presiden Rusia berada.
Sebelumnya, pada Senin (30/12/2025), Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengungkapkan bahwa Ukraina meluncurkan puluhan drone dalam satu malam.
Ia mengatakan serangan tersebut terjadi dalam rentang waktu 28 hingga 29 Desember dan secara khusus menargetkan kediaman presiden Rusia di wilayah Novgorod.
Menurut Lavrov, total 91 drone diluncurkan dalam serangan semalam tersebut.
Ia menegaskan seluruh drone yang diluncurkan berhasil dideteksi, dicegat, dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Rusia.
Lavrov juga memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan signifikan yang terjadi di lokasi sasaran akibat serangan tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan temuan hulu ledak berdaya tinggi pada drone yang jatuh itu memperkuat klaim bahwa serangan diarahkan dengan tujuan serius dan berpotensi menimbulkan dampak besar.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini].