Ekosistem digital yang berkembang pesat dengan peran Astana Hub kini telah menghimpun sekitar 2.000 perusahaan rintisan dan teknologi.
Sementara itu, nilai ekspor teknologi informasi (TI) Kazakhstan dilaporkan mencapai sekitar USD1 miliar sepanjang 2025.
Baca Juga:
Detik-detik Pesawat Azerbaijan Meledak di Kazakhstan, 38 Orang Tewas
Sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi digital, Presiden Tokayev telah membentuk Kementerian Kecerdasan Buatan dan Pengembangan Digital.
Langkah ini diperkuat dengan pengesahan undang-undang tentang kecerdasan buatan serta peluncuran dua superkomputer nasional, yakni Alem.Cloud dan Al-Farabium.
Tokayev menegaskan bahwa penguasaan teknologi mutakhir akan menentukan posisi negara di masa depan.
Baca Juga:
Kedubes Rusia Ingin Adopsi Pola Pengkaderan Ulama MUI Bogor
"Kecerdasan buatan membentuk semacam titik balik antara negara-negara yang berhasil memasuki masa depan dan negara-negara yang tetap berada di masa lalu," ucapnya.
Oleh karena itu, ia menegaskan pengembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan sebagai prioritas utama dalam strategi pembangunan jangka panjang Kazakhstan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.