Empat prajurit TNI yang gugur yakni Praka Farizal Rhomadhon, Praka Rico Pramudia, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan.
Selain korban jiwa, empat prajurit TNI lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi di lokasi berbeda, termasuk insiden ledakan pada konvoi logistik di Bani Hayyan.
Baca Juga:
Rusia Tuduh AS Kejar Minyak di Balik Intervensi Venezuela dan Iran
Korban dari Pasukan Perdamaian PBB juga berasal dari Prancis, di mana dua tentaranya gugur dalam serangan yang disebut terjadi pada Sabtu (18/4/2026).
"Seorang tentara Prancis kedua meninggal pada hari Rabu akibat luka-lukanya yang diderita dalam penyergapan akhir pekan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon yang dituduhkan kepada Hizbullah," kata Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Tentara Prancis pertama yang tewas diketahui bernama Florian Montorio yang meninggal di lokasi kejadian, sementara korban kedua mengembuskan napas terakhir beberapa hari setelah mengalami luka serius.
Baca Juga:
Terkepung Kebun Sawit, Orang Utan Diselamatkan dari Konflik Warga
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban dari Indonesia dan mendesak agar serangan segera dihentikan.
"Saya sedih mengetahui bahwa seorang lagi penjaga perdamaian Indonesia UNIFIL telah meninggal dunia akibat luka-lukanya setelah sebuah insiden pada bulan Maret, ketika sebuah peluru artileri yang ditembakkan dari tank Pasukan Pertahanan Israel mengenai posisi @UNIFIL di Lebanon selatan, menurut temuan awal UNIFIL," kata Guterres, Sabtu (25/4/2026).
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mendoakan kesembuhan bagi personel lain yang terluka dalam insiden tersebut.