WAHANANEWS.CO - Duka mendalam menyelimuti misi perdamaian dunia ketika korban terus berjatuhan di Lebanon, dengan enam personel Pasukan Perdamaian PBB tewas hanya dalam waktu sebulan akibat eskalasi konflik yang kian memanas.
Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mencatat jumlah korban gugur bertambah menjadi enam orang dalam sebulan terakhir, Sabtu (25/4/2026) -- terdiri dari empat prajurit TNI dan dua tentara Prancis yang tewas akibat serangan di wilayah Lebanon selatan.
Baca Juga:
KAI Kecam Ucapan Kasar Advokat ke Wartawan, Kak Mia: Officium Nobile Wajib Jaga Etika
Kabar duka ini disampaikan melalui akun resmi UNIFIL di media sosial, termasuk wafatnya Praka Rico Pramudia (31), prajurit TNI yang sempat menjalani perawatan setelah mengalami luka parah akibat serangan pada akhir Maret lalu.
Ketegangan yang meningkat antara militer Israel dan kelompok Hizbullah disebut menjadi pemicu serangan yang menyasar personel penjaga perdamaian PBB di kawasan tersebut.
"Serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi Dewan Keamanan 1701, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," demikian pernyataan UNIFIL, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga:
Garuda Pimpin Holding Maskapai BUMN, Danantara Ingin Kuasai Pangsa Pasar Penerbangan
Empat prajurit TNI gugur dalam rangkaian serangan di Lebanon selatan, dengan korban terakhir adalah Praka Rico Pramudia yang terluka akibat ledakan proyektil di pangkalan UNIFIL di Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026) malam.
"UNIFIL menyesalkan wafatnya Kopral Rico Pramudia hari ini, yang terluka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr pada malam 29 Maret," tulis UNIFIL.
Sehari setelah insiden tersebut, Senin (30/3/2026), PBB kembali mengonfirmasi dua prajurit TNI meninggal dunia setelah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di wilayah Lebanon selatan.