WahanaNews.co | India merupakan salah satu dari sejumlah negara di dunia yang memiliki rudal balistik antar benua atau Intercontinental Ballistic Missile (ICBM).
Di kawasan Asia Selatan, India memiliki kekuatan militer yang tidak bisa diremehkan.
Baca Juga:
Bukan India atau Arab Saudi, Inilah Negara dengan Penduduk Muslim Terbanyak
Tak hanya jumlah personel aktif, India melengkapi pasukannya dengan persenjataan canggih yang mengerikan. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah rudal balistik antar benua bernama Agni-V.
Lantas, seperti apakah kekuatan dari ICBM yang dimiliki India?
Agni-V menjadi salah satu senjata andalan India dalam sektor militernya. Dalam hal ini, mereka menjadi satu dari sedikit negara yang memiliki rudal balistik antar benua atau ICBM.
Baca Juga:
India Tolak BRICS Karena Tak Ingin Berbagi Mata Uang yang Sama dengan China
Mengutip laman Missile Threat, Sabtu (25/2/2023), rudal balistik antar benua ini mulai dikembangkan oleh India’s Defense Research and Development Organisation (DRDO) pada tahun 2008.
Pada perancangannya, Agni-V ini kerap disebut sebagai evolusi dari Agni-III. Adapun uji coba peluncuran pertama dilakukan pada 19 April 2012.
Saat itu, Agni-V bisa menempuh jarak lebih dari 5.000 km dan berhasil mencapai ketinggian maksimum 600 km. Pejabat DRDO terkait menyatakan bahwa rangkaian uji coba tersebut berjalan sukses dan sesuai harapan.
Setelahnya, dilakukan kembali uji coba kedua pada 15 September 2013. Pada peluncurannya, rudal tersebut terbang sejauh 5.000 km dari Odisha ke sasaran di Samudra Hindia.
Pada keberlanjutannya, dilakukan kembali sejumlah uji coba lain terhadap rudal andalan India tersebut, sampai pada akhirnya resmi digunakan Angkatan Bersenjata India.
Melansir Sindonews, Agni-V memiliki panjang 17,5 m, diameter 2 m, serta bobot peluncuran 50.000 kg. Dengan muatan nuklir 1.110 kg, rudal ini mampu menempuh jarak lebih dari 5.000 km.
Dalam sebuah wawancara, kepala pengembang DRDO mengklaim bahwa rudal tersebut memiliki jangkauan minimum 3.000 km, serta jangkauan maksimum mencapai 5.500-5.800 km.
Seiring waktu, sempat muncul juga wacana yang menyebutkan akan dikembangkannya penerus dari Agni-V ini, yakni Agni-VI. Akan tetapi, sampai saat ini kebenaran dari pengembangan tersebut belum diketahui lebih lanjut. [afs/eta]