WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sebuah gedung pencakar langit yang masih dalam tahap konstruksi di Bangkok runtuh akibat gempa dahsyat di Myanmar yang getarannya terasa hingga Thailand pada Jumat (28/3/2025).
Bangunan tersebut kini hanya menyisakan puing-puing, dengan belasan orang masih terjebak di dalamnya.
Baca Juga:
Gempa Berkekuatan M 7,1 Guncang Tonga, Muncul Peringatan Tsunami
Pada Sabtu (29/3/2025), secercah harapan muncul setelah tim penyelamat mendeteksi tanda-tanda kehidupan dari 15 orang yang masih terperangkap di bawah reruntuhan gedung setinggi 30 lantai itu.
Setiap detik sangat berharga bagi tim penyelamat. Direktur Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bangkok, Suriyan Rawiwan, mengungkapkan bahwa korban yang masih hidup tersebar di beberapa titik di kedalaman sekitar tiga meter di bawah reruntuhan.
Kondisi mereka semakin kritis karena belum mendapatkan suplai air maupun makanan.
Baca Juga:
Gempa Myanmar Telan Korban Tewas Sudah Lebih dari 1.000, 2.300 Terluka
"Kami memiliki waktu 72 jam untuk menyelamatkan mereka. Setelah itu, risiko dehidrasi, syok, dan kematian meningkat drastis," ujar Suriyan, dikutip dari Bangkok Post.
Dengan target evakuasi dalam 48 jam, tim penyelamat bergerak cepat. Alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan puing-puing, sementara sensor pendeteksi gerakan terus mencari tanda-tanda kehidupan tambahan.
Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, turun langsung ke lokasi kejadian pada Sabtu pagi. Ia memastikan bahwa berbagai peralatan berat, termasuk truk derek dan crane, telah diterjunkan guna mempercepat proses penyelamatan.