“Terus terlibat sepenuhnya dalam upaya pencarian dan penyelamatan untuk menemukan orang-orang yang masih hilang,” tulis Wali Kota Cebu, Nestor Archival, dalam unggahan Facebook pada Jumat (9/1/2026).
Anggota Dewan Kota Cebu, Joel Garganera, menilai peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba dan tanpa tanda-tanda awal yang jelas.
Baca Juga:
Gelombang 2,5 Meter Intai Laut NTT, Nelayan Diminta Waspada hingga 14 Januari
Ia menduga kuat tragedi itu berkaitan dengan buruknya praktik pengelolaan sampah di lokasi tersebut.
Menurut Garganera, operator TPA diketahui menggali bagian dalam tumpukan sampah, menambang tanah di bawahnya, lalu kembali menumpuk sampah untuk membentuk gunungan baru.
“Itu bukan tempat pembuangan sampah yang sanitasi, melainkan sudah berubah menjadi tempat pembuangan sampah terbuka,” ujar Garganera.
Baca Juga:
Viral! Beli Pertalite Rp30 Ribu, Pengendara Kaget Tangki Motornya Kosong
Tempat pembuangan sampah terbuka seperti ini disebut masih lazim ditemukan di sejumlah kota besar Filipina, termasuk Cebu.
Cebu sendiri dikenal sebagai pusat perdagangan sekaligus gerbang transportasi utama di wilayah Visayas, kawasan kepulauan tengah Filipina.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.