WAHANANEWS.CO, Jakarta - Longsoran gunung sampah mendadak mengubah tempat pembuangan akhir di Cebu menjadi lokasi tragedi kemanusiaan yang menelan korban jiwa dan meninggalkan puluhan orang dalam pencarian.
Peristiwa itu terjadi di TPA Binaliw Landfill, Cebu, Filipina, pada Kamis (8/1/2026) malam, ketika tumpukan sampah raksasa ambruk tanpa peringatan.
Baca Juga:
Gelombang 2,5 Meter Intai Laut NTT, Nelayan Diminta Waspada hingga 14 Januari
Seorang perempuan berusia 22 tahun dilaporkan tewas dalam insiden tersebut, sementara 38 orang lainnya hingga kini dinyatakan hilang.
Sebagian besar korban diyakini merupakan pekerja yang sehari-hari beraktivitas di area pembuangan sampah tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti longsornya gunungan sampah masih belum dapat dipastikan oleh otoritas setempat.
Baca Juga:
Viral! Beli Pertalite Rp30 Ribu, Pengendara Kaget Tangki Motornya Kosong
Di tengah upaya penyelamatan, sebanyak 12 pekerja sanitasi berhasil ditarik keluar dari timbunan sampah dalam kondisi selamat.
Sekitar 300 personel gabungan dari berbagai lembaga pemerintah dan kelompok sipil dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan di lokasi yang dikelola pihak swasta itu.
Sejumlah alat berat seperti ekskavator, ambulans, serta truk pemadam kebakaran tampak dikerahkan guna mempercepat proses evakuasi.
“Terus terlibat sepenuhnya dalam upaya pencarian dan penyelamatan untuk menemukan orang-orang yang masih hilang,” tulis Wali Kota Cebu, Nestor Archival, dalam unggahan Facebook pada Jumat (9/1/2026).
Anggota Dewan Kota Cebu, Joel Garganera, menilai peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba dan tanpa tanda-tanda awal yang jelas.
Ia menduga kuat tragedi itu berkaitan dengan buruknya praktik pengelolaan sampah di lokasi tersebut.
Menurut Garganera, operator TPA diketahui menggali bagian dalam tumpukan sampah, menambang tanah di bawahnya, lalu kembali menumpuk sampah untuk membentuk gunungan baru.
“Itu bukan tempat pembuangan sampah yang sanitasi, melainkan sudah berubah menjadi tempat pembuangan sampah terbuka,” ujar Garganera.
Tempat pembuangan sampah terbuka seperti ini disebut masih lazim ditemukan di sejumlah kota besar Filipina, termasuk Cebu.
Cebu sendiri dikenal sebagai pusat perdagangan sekaligus gerbang transportasi utama di wilayah Visayas, kawasan kepulauan tengah Filipina.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]