WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan yang kian membara di Timur Tengah mulai menggoyahkan optimisme diplomasi Indonesia, bahkan peluang sukses misi Dewan Perdamaian disebut bisa menyusut drastis akibat perang terbaru yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Mantan Menteri Luar Negeri RI, Hassan Wirajuda, menilai eskalasi konflik di kawasan tersebut berpotensi menurunkan peluang keberhasilan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) dalam menjalankan mandatnya.
Baca Juga:
Iran Terus Gempur Israel dan Aset Amerika, Kedubes AS Tak Sanggup Evakuasi Warganya
"Tadi juga disampaikan. Diulangi lagi. Apalagi dengan perang di Iran ini, bayangan bahwa BOP dan misi yang ditujukan untuk ceasefire, gencatan senjata, kemudian bantuan kemanusiaan, rehabilitasi, dan rekonstruksi bisa jadi potensinya, potensi berhasilnya berkurang," kata Hasan usai bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/3/2025).
Ia mengungkapkan, dari pertemuan tersebut tersirat kesan bahwa Presiden Prabowo Subianto juga melihat peluang keberhasilan BoP semakin menurun seiring memburuknya situasi kawasan.
"Ada kesan begitu, dan dari komunikasi beliau dengan para kepala negara lain khususnya negara-negara OKI, kesan bahwa potensi BOP berhasil menurun dan menurunnya berapa, kita lihat saja dengan perkembangannya," ujarnya.
Baca Juga:
MK Tekankan Proporsionalitas Parliamentary Threshold demi Stabilitas dan Kedaulatan Rakyat
Meski demikian, Hasan menegaskan hingga kini belum ada keputusan final dari pemerintah terkait kelanjutan posisi Indonesia di dalam BoP.
"Langkah selanjutnya dalam artian keputusan kan belum. Pasti beliau akan mengevaluasi dan mengambil keputusan yang tepat pada waktunya," katanya.
Sementara itu, di tengah situasi yang semakin genting, Presiden Prabowo disebut telah melakukan komunikasi langsung dengan para pemimpin negara di kawasan Teluk yang berbatasan atau berdekatan dengan Iran.