Trump memuji Graham sebagai “patriot Amerika sejati” yang akan “sangat dirindukan”.
Sepanjang karier politiknya, Graham dikenal sebagai pendukung kuat kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang agresif, termasuk mendukung invasi militer AS ke Irak dan mendorong langkah militer terhadap Iran.
Baca Juga:
Kasus Kekerasan Anak Gegerkan Bekasi, Korban Berusia 4 Tahun Dirawat Kritis di PICU
Ia juga merupakan salah satu pendukung paling vokal bagi Israel serta mendukung berbagai kebijakan pemerintahan Trump terhadap Teheran.
Bulan lalu, Graham bahkan menyatakan kepada CBS bahwa Amerika Serikat akan “meluluhlantakkan” Iran apabila negara tersebut tidak tunduk terhadap kendali AS atas Selat Hormuz.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut menyampaikan belasungkawa dan menyebut Graham sebagai “salah satu sahabat terbesar” Israel.
Baca Juga:
Pengamanan TNI Dicabut, Kejagung Bantah Isu Febrie Adriansyah Berada di Luar Negeri
Meninggalnya Graham secara mendadak juga memicu berbagai spekulasi dan teori konspirasi karena peristiwa itu terjadi hanya sehari setelah dirinya melakukan kunjungan ke Ukraina.
Dalam kunjungan tersebut, Graham diketahui bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Jumat (10/7/2026).
Tidak ada informasi publik yang menunjukkan Graham mengalami gangguan kesehatan serius sebelum kunjungan tersebut.