Sebelumnya, sirene peringatan serangan udara sempat berbunyi di berbagai wilayah Israel pada Minggu (7/6/2026) ketika militer negara itu berupaya mencegat rentetan rudal yang diluncurkan Iran untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata April diberlakukan.
Sebagai respons terhadap serangan tersebut, Israel kemudian melancarkan serangan rudal balasan ke sejumlah target di Iran.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Beri Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Usai Raih Hattrick Juara
Pihak Israel menyebut serangan balasan itu dilakukan setelah Iran menembakkan 11 rudal ke wilayahnya pada Minggu (7/6/2026), meskipun seluruh rudal tersebut diklaim berhasil dicegat tanpa menimbulkan korban jiwa.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump diketahui berupaya meredakan ketegangan dengan menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak melakukan serangan balasan lanjutan.
"Saya akan menelepon Bibi (nama panggilan Netanyahu) sekarang dan mengatakan kepadanya untuk tidak membalas," kata Trump seperti dikutip jurnalis Axios, Barak Ravid.
Baca Juga:
Eks Wakil Kepala BGN Minta Status JC, Sebut Ada Puluhan Tokoh Terlibat Kasus MBG
"Israel telah melakukan serangannya dan Iran telah melakukan serangannya. Kita tidak membutuhkan serangan lain," kata Trump seperti yang dilaporkan.
Barak Ravid kemudian mengungkapkan seorang pejabat Amerika Serikat menyebut Trump telah berbicara dengan Netanyahu, meskipun hingga kini Gedung Putih maupun Trump belum memberikan pernyataan resmi terkait percakapan tersebut.
Seruan serupa juga datang dari Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper yang meminta kedua negara menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi.