BBC melaporkan armada Global Sumud Flotilla terdiri dari lebih dari 50 kapal yang berlayar melalui Laut Mediterania membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
Aktivis menyebut armada tersebut berangkat dari pelabuhan Marmaris, Turkiye, untuk menyalurkan bantuan kepada warga Gaza yang menghadapi kondisi kemanusiaan sangat buruk di tengah blokade berkepanjangan.
Baca Juga:
Diduga Jastip, Penumpang Pembawa Kartu Pokémon Diperiksa Bea Cukai di Soetta
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya menyatakan operasi kemanusiaan di Gaza masih terhambat karena pembatasan masuknya generator cadangan, bahan bakar, suku cadang, dan perlengkapan penting lainnya.
PBB juga menyebut sebagian bantuan yang telah disetujui Israel justru dikembalikan dan tidak pernah masuk ke Gaza.
Bulan lalu, Israel mencegat 22 kapal dari armada yang sama di dekat Kreta, Yunani, dan sekitar 175 aktivis sempat ditahan sebelum sebagian besar dibebaskan sehari kemudian setelah muncul kecaman internasional.
Baca Juga:
Petani di Musi Rawas Kritis Diserang Beruang saat Menanam Sawit
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal-kapal dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 di Mediterania Timur.
Kemlu menyebut sedikitnya 10 kapal telah ditangkap, termasuk Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Berdasarkan informasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat seorang WNI bernama Andi Angga Prasadewa di kapal Josef.