WahanaNews.co | Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, menyatakan tidak akan menyerah saat nanti berdialog dengan delegasi Rusia terkait invasi.
Dia mengatakan, perintah Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyiagakan kekuatan nuklir merupakan upaya meningkatkan “tekanan”.
Baca Juga:
Rusia Hujani Drone Ukraina, 77 Pesawat Nirawak Ditembak Jatuh dalam Semalam
"Kami tidak akan menyerah, kami tidak akan mengaku kalah perang, kami tidak akan menyerahkan satu inci pun wilayah kami," ucap Kuleba di konferensi pers yang disiarkan online, seperti diberitakan AFP, Minggu (27/2/2022).
Ukraina sebelumnya mengatakan setuju mengirim delegasinya untuk berdialog “tanpa syarat” dengan Rusia di perbatasan Belarusia.
Rusia telah menuntut militer Ukraina meletakkan senjata sebelum negosiasi dimulai.
Baca Juga:
Tak Peduli Tahun Baru, Rusia Enggan Gencatan Senjata di Ukraina
Rusia telah menjalankan operasi militer selama empat hari di Ukraina.
Ukraina mengklaim telah menimbulkan kerugian besar pada militer Rusia.
Kuleba mengatakan, setelah Rusia “menderita kerugian dan menyadari rencana mereka tidak berjalan seperti rencana, serangan kilat mereka gagal, Rusia memulai bicara menggunakan bahasa ultimatum, mengatakan mereka siap berbicara dengan prasyarat”.