Artinya, negara tersebut harus memfokuskan sumber dayanya yang terbatas untuk mencegah serangan.
Dan jika strategi itu gagal, mau tak mau mereka harus mengalahkan invasi dan pendudukan China di Taiwan.
Baca Juga:
Dunia Bertanya-tanya: China Kunci Ruang Udara Super Luas Selama 40 Hari
Salah satu pilar inti ODC adalah menjaga kekuatan. Militer Taiwan harus mampu bertahan dari gelombang awal serangan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) terhadap aset-aset dan infrastruktur penting negara itu.
Sejalan dengan strategi itu, Taiwan harus mempertahankan kemampuan untuk melancarkan serangan balik setelah serangan awal PLA.
Pendekatan ini mencakup penanggulangan elektronik (ECCM) seperti sistem komunikasi anti-jamming serta komposisi kekuatan yang berfokus pada mobilitas dan persembunyian. Penjagaan kekuatan menjadi sangat penting.
Baca Juga:
Jepang Kerahkan Rudal Jarak Jauh Dekat China, Siaga Perang Baru Asia!
Pasalnya, PLA mungkin tidak dapat mengalahkan aset-aset AS di Pasifik secara langsung.
Namun, PLA memiliki sarana untuk menahan dan menunda kedatangan pasukan AS cukup lama untuk menyelesaikan pendudukannya di Taiwan.
Jadi, menurut ODC, adalah tanggung jawab militer Taiwan untuk menahan kekuatan invasi China selama mungkin hingga bantuan datang.