Strategi itu, menurut Trump, pernah ia gunakan saat memerintahkan pengeboman terhadap situs nuklir Iran untuk memaksa pihak lain mengikuti kehendak Amerika Serikat.
Pernyataan-pernyataan tersebut menunjukkan keyakinan Trump bahwa dominasi militer, ekonomi, dan otoritas politik AS dapat diutamakan dibanding kepatuhan terhadap hukum maupun perjanjian internasional.
Baca Juga:
Trump Tarik AS dari 66 Organisasi Internasional dalam Satu Dekrit
Pandangan itu kembali ditegaskan Trump melalui obsesinya terhadap Greenland yang ia nilai memiliki arti strategis dan psikologis bagi kesuksesan geopolitik Amerika Serikat.
“Kepemilikan sangat penting, karena itulah yang saya rasa dibutuhkan secara psikologis untuk meraih kesuksesan,” jelas Trump soal ambisinya atas Greenland.
“Saya pikir kepemilikan memberi Anda sesuatu yang tidak bisa Anda lakukan melalui sewa atau perjanjian, kepemilikan memberi Anda elemen yang tidak bisa didapat hanya dengan menandatangani dokumen,” lanjutnya.
Baca Juga:
AS Kucurkan Rp757 Miliar untuk Thailand dan Kamboja demi Perkuat Gencatan Senjata
Ketika ditanya apakah kesetiaan Amerika Serikat kepada NATO lebih penting dibanding keinginannya mengambil alih Greenland, Trump menjawabnya sebagai sebuah pilihan strategis yang terbuka.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.