WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah Arab Saudi secara resmi mengumumkan penetapan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Keputusan ini disampaikan oleh otoritas setempat dan menjadi rujukan penting bagi sejumlah negara, khususnya di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya, dalam menentukan awal hari raya.
Baca Juga:
381 Jemaah Indonesia Meninggal Saat Haji, Saudi Ungkap Penyebab Utama
Penetapan tersebut merujuk pada hasil sidang yang dilakukan oleh Mahkamah Agung Arab Saudi, yang menyatakan bahwa Kamis, 19 Maret 2026 merupakan hari terakhir bulan suci Ramadan.
Dengan demikian, umat Muslim di negara tersebut akan merayakan Idulfitri pada keesokan harinya. Informasi ini juga disiarkan secara resmi melalui Saudi Press Agency.
Sejumlah negara di kawasan Teluk turut mengikuti keputusan yang diambil Arab Saudi.
Baca Juga:
Cegah Jemaah Terlantar, DPR Soroti Bahaya Haji Nonprosedural
Berdasarkan laporan dari Al Arabiya, negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain juga menetapkan Jumat, 20 Maret 2026 sebagai hari pertama Idulfitri.
Idulfitri sendiri merupakan momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia sebagai penanda berakhirnya ibadah puasa selama bulan Ramadan.
Lebih dari 1,8 miliar umat Muslim merayakan hari besar ini dengan penuh suka cita setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Pada tahun 2026, awal Ramadan di Arab Saudi dimulai pada 18 Februari. Selama bulan tersebut, umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Selain itu, Ramadan juga dimaknai sebagai waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat pengendalian diri, serta memperbanyak amal kebaikan.
Momentum Ramadan juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan sosial melalui berbagai kegiatan berbagi kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.
Nilai-nilai solidaritas, kepedulian, dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ibadah di bulan suci ini.
Dalam penentuan waktu ibadah, umat Islam menggunakan kalender Hijriah yang berbasis pada peredaran bulan atau kalender lunar.
Kalender ini terdiri dari 12 bulan dengan jumlah hari sekitar 354 hingga 355 hari dalam satu tahun, sehingga penetapan hari-hari besar keagamaan seperti Idulfitri sangat bergantung pada hasil rukyatul hilal atau pengamatan bulan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]