Diketahui insiden tersebut mencakup ledakan proyektil di dekat Adchit Al Qusayr serta ledakan alat peledak improvisasi (IED) yang melibatkan kontingen Indonesia (INDOBATT).
“Malaysia menekankan bahwa setiap serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701,” katanya.
Baca Juga:
Beirut Selatan Diserang Israel, Satu Tewas dan Puluhan Terluka
Disampaikan pula belasungkawa kepada keluarga korban serta doa bagi personel yang mengalami luka agar segera pulih.
Ditegaskan komitmen pemerintah Malaysia untuk terus memastikan keselamatan dan kesejahteraan seluruh personel yang bertugas di bawah misi UNIFIL.
Indonesia Desak Pertemuan DK PBB
Baca Juga:
Timnas Indonesia Gagal Tundukkan Lebanon, Laga FIFA Matchday Berakhir 0-0
Diserukan oleh Indonesia agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa segera menggelar pertemuan menyusul gugurnya tiga personel penjaga perdamaian di Lebanon.
Ditekankan pula pentingnya seluruh pihak yang terlibat konflik di Timur Tengah untuk mematuhi hukum humaniter internasional.
"Keselamatan pasukan penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rico Ricardo Sirait.