Diketahui insiden tersebut mencakup ledakan proyektil di dekat Adchit Al Qusayr serta ledakan alat peledak improvisasi (IED) yang melibatkan kontingen Indonesia (INDOBATT).
“Malaysia menekankan bahwa setiap serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701,” katanya.
Baca Juga:
Jika UNIFIL Gagal Lindungi Prajurit, Pasukan TNI Siap Ditarik dari Lebanon
Disampaikan pula belasungkawa kepada keluarga korban serta doa bagi personel yang mengalami luka agar segera pulih.
Ditegaskan komitmen pemerintah Malaysia untuk terus memastikan keselamatan dan kesejahteraan seluruh personel yang bertugas di bawah misi UNIFIL.
Indonesia Desak Pertemuan DK PBB
Baca Juga:
Gencatan Senjata Dilanggar, Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 14 Orang
Diserukan oleh Indonesia agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa segera menggelar pertemuan menyusul gugurnya tiga personel penjaga perdamaian di Lebanon.
Ditekankan pula pentingnya seluruh pihak yang terlibat konflik di Timur Tengah untuk mematuhi hukum humaniter internasional.
"Keselamatan pasukan penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rico Ricardo Sirait.