WahanaNews.co | Mantan
menteri dalam negeri (Mendagri) Afghanistan menuding kelompok Taliban telah membantai
anak-anak yang tak bersalah. Dia membangikan foto-foto mengerikan sebagai bukti
atas tuduhannya tersebut.
Baca Juga:
Taliban Persekusi Ratusan Perempuan Afghanistan
Masoud Andarabi, yang dipecat dari perannya sebagai Mendagri
pada bulan Maret lalu, memposting foto-foto yang mengejutkan dan memuakkan di
Twitter tentang orang-orang, termasuk anak-anak, yang dilaporkan telah dibunuh
oleh Taliban.
Andarabi mengeklaim Taliban berusaha untuk memerintah orang
dengan meneror, membunuh anak-anak dan warga lanjut usia dan menambahkan bahwa
Taliban tidak dapat memerintah negara menggunakan metode teror.
Taliban menguasai Kabul pekan lalu setelah mengamuk di
seluruh negeri. Hanya dalam 11 hari, mereka berhasil merebut kekuasaan di
negara itu.
Baca Juga:
Taliban Larang Anak Perempuan Berusia 10 Tahun untuk Sekolah
Pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutu NATO-nya sekarang
memulai misi penyelamatan untuk menyelamatkan ribuan orang dari Afghanistan.
Namun, Taliban mengatakan pasukan NATO harus ditarik pada 31 Agustus.
Para mantan tentara Afghanistan, banyak yang telah dilatih
oleh pasukan Barat, telah bergabung secara paksa dengan milisi lokal dari
sebuah pangkalan di timur laut Kabul. Kelompok ini bertempur di bawah Front
Perlawanan Nasional (NLF) Afghanistan.
Dalam tweet-nya, Andarabi mengatakan: "Di Andarab, Taliban
telah melakukan penggeledahan rumah yang tidak beralasan, menangkap orang tanpa
alasan atau pembenaran dan membunuh warga yang tidak bersalah."
"Akibatnya, orang-orang harus bangkit melawan
kebrutalan mereka untuk melindungi kehidupan, kehormatan, martabat, dan harta
benda mereka," lanjut Andarabi.
Foto-foto yang dibagikan Andarabi itu muncul setelah
kelompok Taliban pada pekan lalu dilaporkan mengintai kota-kota di Afghanistan
untuk mencari wanita dan anak perempuan.
Para komandan jihad dilaporkan memerintahkan para imam di
daerah-daerah yang mereka kuasai untuk membawakan daftar wanita dan gadis yang
belum menikah berusia 12 hingga 45 tahun untuk dinikahi tentara mereka, karena mereka memandangnya sebagai
"rampasan perang" untuk dibagi di antara para pemenang.
Andarabi juga memperingatkan dalam sebuah wawancara dengan
India Today bahwa perlawanan terhadap pemerintahan Taliban tidak akan hilang.
"Saya pikir akan ada dukungan dan dorongan dan
perlawanan," katanya.
"Ini menunjukkan bahwa jika Taliban tidak menyesuaikan
diri dengan Afghanistan saat ini, perlawanan yang bopeng ini akan terus
bermunculan. Perlawanan akan berlanjut dalam bentuk apa pun di seluruh
negeri," ujarnya, yang dilansir Kamis (26/8/2021).
Dia menambahkan bahwa jika Taliban ingin rakyat mendukung
pemerintahan mereka, mereka harus membentuk pemerintahan terpilih dan bukan
"emirat" yang tidak demokratis.
Andarabi dipecat oleh mantan presiden Ashraf Ghani pada
Maret setelah dia dilaporkan gagal menangkap seorang komandan milisi yang
terpaksa menembak jatuh sebuah helikopter, menewaskan sembilan anggota pasukan
keamanan.
Taliban belum berkomentar atas tuduhan yang dilontarkan
mantan Mendagi Afghanistan tersebut. Namun, kelompok yang mengklaim sudah berubah
dari citra kerasnya itu sebelumnya menegaskan akan menindak para anggotanya
yang masih bertindak brutal.
Kelompok itu mengeklaim awal pekan ini bahwa mereka telah
merebut kembali tiga distrik di utara Kabul dan telah mengepung Panjshit,
provinsi terakhir yang tetap berada di luar kendali mereka. [qnt]