Proyek itu adalah konstelasi besar satelit di orbit rendah Bumi dan didesain untuk memberikan internet broadband ke daerah pedesaan dengan sedikit atau tanpa koneksi internet sama sekali.
Sejauh ini SpaceX telah memiliki 1.700 satelit di orbit dan 100.000 pelanggan dalam fase beta.
Baca Juga:
Penuh Kebersamaan, Peringatan May Day 2026 di Jambi Berlangsung Aman dan Kondusif
Di sisi lain, Amazon punya rencana meluncurkan jaringan satelit serupa.
Proyek bernama Kuiper itu akan mengirimkan lebih dari 3.000 satelit.
Namun Amazon belum mengungkapkan rencana produksi atau meluncurkan satelit ke luar angkasa.
Baca Juga:
Musk Sebut Reaktor Fusi Cuma Buang-buang Duit
Bulan lalu, SpaceX mengajukan permintaan perubahan proposalnya ke FCC.
Perusahaan meminta untuk bisa menyetujui dua rencana untuk menyebarkan satelit Starlink di masa depan.
Di masa mendatang, SpaceX hanya akan mengimplementasikan salah satu dari dua rencana.