Kronologi kejadian menunjukkan bahwa pada malam sebelum tenggelam, kapal perang Rusia, Ivan Gren, yang mengawal Ursa Major, memerintahkan kapal-kapal penyelamat Spanyol untuk menjauh sejauh dua mil laut. Tak lama kemudian, Ivan Gren menembakkan suar merah yang diikuti oleh empat ledakan bawah air yang getarannya terekam oleh Jaringan Seismik Nasional Spanyol.
Kapten kapal, yang diidentifikasi sebagai Igor Anisimov, diyakini merasa ketakutan akan keselamatannya saat diinterogasi oleh polisi Spanyol. Sumber investigasi menyebutkan Anisimov percaya bahwa kapalnya akan dialihkan ke pelabuhan Rason di Korea Utara untuk mengirimkan reaktor tersebut, memperkuat dugaan adanya barter teknologi nuklir antara Moskow dan Pyongyang.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Rekonstruksi Kasus Tindak Pidana Rudapaksa
Analis platform angkatan laut senior dari Janes, Mike Plunkett, menilai jika benar Rusia mentransfer teknologi ini ke Korea Utara, maka hal tersebut merupakan langkah yang sangat serius dan mengkhawatirkan bagi stabilitas kawasan, terutama bagi Korea Selatan.
"Keputusan Rusia untuk mentransfer teknologi ini tidak dilakukan sembarangan dan hanya dilakukan di antara sekutu yang sangat dekat. Jika benar, ini adalah langkah besar dari Moskow," tutur Plunkett.
Hingga saat ini, bangkai kapal Ursa Major berada di kedalaman 2.500 meter di bawah permukaan laut Mediterania. Pemerintah Amerika Serikat dan Rusia menolak memberikan komentar resmi terkait insiden ini, sementara rahasia mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang ada di dalam kapal tersebut terkubur bersama puing-puingnya di dasar laut.
Baca Juga:
Jembatan Beton Garuda Tahap III dan IV Resmi Digunakan, Perkuat Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga di Tanjab Barat
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.