WahanaNews.co | Duta Besar China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Zhang Jun terlihat sudah muak dengan perdebatan terkait klaim Barat tentang rencana invasi Rusia ke Ukraina.
Dia menegaskan secara keras bahwa menggunakan Dewan Keamanan PBB untuk memperdebatkan kebuntuan di perbatasan antara Rusia dan Ukraina tidak tepat.
Baca Juga:
Negosiasi di Ujung Tanduk, Moskow Ancam Balas Serangan Drone Ukraina
Menurut dia, konsultasi akan lebih baik diadakan dalam situsi yang berbeda. Pernyataan itu muncul seiring ketegangan yang makin berkobar di Eropa Timur.
Berbicara pada Senin (31/1/2022) di pertemuan Dewan Keamanan PBB, yang diminta bersidang oleh AS, Zhang Jun mengatakan, “Membahas situasi di majelis terbuka tidak berkontribusi untuk mengurangi ketegangan."
“Rusia telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana meluncurkan aksi militer apa pun. Dan Ukraina telah menjelaskan bahwa itu tidak membutuhkan perang,” tegas duta besar itu.
Baca Juga:
Ukraina Buka 'Front Baru': 41 Pesawat Rusia Hancur, Kini Ledakkan Lagi Jembatan Krimea
“Dalam keadaan seperti itu, apa dasar bagi negara-negara yang bersangkutan untuk bersikeras bahwa akan ada perang?” ujar dia dengan nada keras.
Menurut utusan itu, “Para pihak yang terlibat harus berusaha menyelesaikan perbedaan mereka melalui dialog dan negosiasi.”
“Kita sangat membutuhkan diplomasi yang tenang sekarang, bukan diplomasi megafon. Sayangnya, AS tidak menerima proposal konstruktif seperti itu,” tegas Zhang.
Para pemimpin Barat telah membunyikan alarm beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir, mengklaim Moskow mungkin berencana segera meluncurkan invasi ke Ukraina. Tuduhan itu telah berulang kali dibantah Kremlin.