Pekerja akan segara memperbaiki fasad bangunan tua agar sesuai dengan keaslian bangunan, termasuk gedung yang tidak terdaftar sebagai bangunan sejarah.
Rencana tersebut juga melibatkan pengubahan beberapa wikala atau karavan kota, menjadi hotel butik.
Baca Juga:
Apresiasi Importir Mesir, Pemerintah Indonesia Serahkan Primaduta Award 2025
Sebagian besar pekerjaan awal akan fokus pada pemulihan distrik di sekitar tiga gerbang besar yang dibangun oleh Dinasti Fatimiyah Tunisia.
Dinasti ini pernah memerintah selama dua abad usai menaklukan Kairo pada 969 M.
Satu gerbang, bab al- zuwaila dan Jalan Habbaniya di selatan adalah pemandangan sketsa di Seribu Satu Malam Arab.
Baca Juga:
Prabowo Perintahkan TNI Kirim 20.000 Personel ke Gaza
"Tahap kedua adalah mulai berurusan dengan bangunan bersejarah, bukan yang terdaftar (resmi). Kami akan mendokumentasikan semua bangunan ini dan memulihkan serta menggunakannya kembali," kata Elkhatib.
Kairo yang memiliki nilai sejarah adalah kawasan dengan padat penduduk, bengkel, pasar dan kerajinan rumahan yang bisa ditelusuri kembali berabad-abad lalu.
"Beberapa kota di dunia memiliki begitu banyak lapisan sejarah sejak lama," kata anggota World Monuments Fund, Jeff Allen.