Dalam proses seleksi, para peserta yang mendaftar melalui laman resmi MGIMO akan mengikuti dua tahap kompetisi.
Tahapan tersebut mencakup penguasaan bahasa asing serta pengetahuan umum yang relevan dengan studi hubungan internasional.
Baca Juga:
Kementerian Transmigrasi Siapkan SDM Unggul Memimpin Lewat Beasiswa Patriot
“Serta, tes interdisipliner yang terdiri dari pertanyaan-pertanyaan tentang sejarah dunia, geografi, dan beberapa pertanyaan dasar dalam hubungan internasional. Sebagai hasil dari memenangkan Olimpiade, siswa dapat memperoleh beasiswa,” ucap Elizaveta menjelaskan.
Secara khusus, Elizaveta juga mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak melewatkan kesempatan ini.
Ia berharap mahasiswa Indonesia dapat ambil bagian dalam program yang baru pertama kali diluncurkan untuk kawasan ASEAN tersebut.
Baca Juga:
Langkah Tegas Pemkab Nias Barat Hentikan Beasiswa Kedokteran untuk Cegah Kerugian Negara
“Kami sekarang membukanya untuk mahasiswa ASEAN untuk tahun ajaran berikutnya dan saya harap beberapa mahasiswa Indonesia akan berpartisipasi,” ucapnya.
Saat ini, tercatat sebanyak 11 mahasiswa Indonesia tengah menempuh pendidikan di Rusia melalui Program Magister ASEAN–Rusia.
Seluruh mahasiswa tersebut memperoleh beasiswa dari skema berbeda yang dikelola MGIMO.