Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menilai program beasiswa MGIMO memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
“Karena, ini semua tentang pendidikan, ini berarti meningkatkan kemampuan dan pengembangan kapasitas bagi generasi muda Indonesia. Saya percaya ini akan sangat penting bagi masyarakat Indonesia yang tertarik pada kebijakan luar negeri, dan mungkin ini akan membantu kita membangun generasi diplomat Indonesia yang baru,” ujar Dubes Sergei, yang juga merupakan alumni salah satu universitas di bawah naungan MGIMO.
Baca Juga:
Kementerian Transmigrasi Siapkan SDM Unggul Memimpin Lewat Beasiswa Patriot
Sebagai informasi, Institut Hubungan Internasional Negara Bagian Moskow (MGIMO) merupakan perguruan tinggi ternama di Rusia yang berada di bawah pengelolaan Kementerian Luar Negeri Rusia.
Institusi ini berdiri sejak 1944 dan awalnya didirikan untuk mencetak diplomat bagi Kementerian Luar Negeri Uni Soviet.
Hingga kini, MGIMO terus berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan hubungan internasional terkemuka di dunia, dengan menawarkan 48 program sarjana di 15 bidang studi serta 63 program magister di 18 bidang studi yang mencakup berbagai disiplin ilmu strategis.
Baca Juga:
Langkah Tegas Pemkab Nias Barat Hentikan Beasiswa Kedokteran untuk Cegah Kerugian Negara
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.