Dalam pidatonya yang disampaikan menggunakan bahasa Inggris, Paus menekankan pentingnya diplomasi harapan di tengah krisis global yang ditandai konflik bersenjata, ketidakadilan struktural, terorisme, serta pembatasan kebebasan beragama di sejumlah wilayah.
Paus Leo XIV secara khusus menyerukan penghentian konflik di berbagai kawasan, mulai dari Ukraina, Timur Tengah, Afrika, hingga Asia.
Baca Juga:
Paus Leo XIV Keliling Dunia, Ini Jadwal dan Tujuan Negaranya
Ia juga menyoroti situasi di kawasan Karibia dan Venezuela yang dinilai semakin memprihatinkan.
Menurut Paus, meningkatnya ketegangan di Laut Karibia dan pesisir Pasifik Amerika menjadi sinyal serius yang tidak boleh diabaikan.
“Saya mengulangi permohonan mendesak agar solusi politik damai terus diupayakan,” katanya menegaskan.
Baca Juga:
Berakhir Sudah Tahun Jubelium Pengharapan 2025, Paus Leo XIV Menutup Pintu Suci Basilika St. Petrus
Ia menekankan bahwa setiap penyelesaian konflik harus mengutamakan kepentingan bersama dan kesejahteraan rakyat, bukan kepentingan partisan atau kelompok tertentu.
Pernyataan tersebut disampaikannya terkait situasi politik dan keamanan yang berkembang di Venezuela.
“Hal ini khususnya berkaitan dengan Venezuela, mengingat perkembangan terkini,” ujar Paus. Ia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kehendak rakyat serta perlindungan hak asasi manusia dan hak sipil sebagai fondasi kehidupan demokratis.